Review Lenovo Yoga Book 9i Gen 4: Laptop Dua Layar, Inovasi Masa Depan atau Sekadar Gimmick?

Review Lenovo Yoga Book 9i Gen 4: Laptop Dua Layar Makin Matang, Inovasi Masa Depan atau Sekadar Gimmick?

Lenovo Yoga Book 9i Gen 4: Laptop Dua Layar Makin Matang, Inovasi Masa Depan atau Sekadar Gimmick?

Tahun 2026 benar-benar menjadi tahun pembuktian bagi laptop-laptop dengan form faktor "unik". Jika dulu laptop layar ganda dianggap sebagai eksperimen yang mahal dan merepotkan, Lenovo justru konsisten membuktikan bahwa masa depan produktivitas ada di sini.

Hari ini kita akan mengupas tuntas Lenovo Yoga Book 9i Gen 4. Setelah tiga generasi sebelumnya menjadi bahan perbincangan, apakah di generasi keempat ini Lenovo sudah berhasil menghilangkan label "gimmick" dan menjadikannya alat kerja yang wajib dimiliki? Mari kita bedah apakah laptop ini bakal bikin kamu makin "cuan" atau malah cuma bikin kantong bolong!
Sejak pertama kali muncul, seri Yoga Book 9i selalu mencuri perhatian berkat dua layar OLED utuh yang dipisahkan oleh sebuah engsel soundbar. Di tahun 2026, Lenovo Yoga Book 9i Gen 4 hadir dengan penyempurnaan yang signifikan, mulai dari integrasi AI yang lebih dalam hingga efisiensi baterai yang akhirnya bisa bersaing dengan laptop konvensional.

Desain dan Layar: Standar Baru Visual Kerja

Satu hal yang tidak berubah adalah kemewahannya. Bodinya tetap ramping dengan balutan warna Tidal Teal yang elegan. Namun, bintang utamanya adalah dua layar 13.3 inci PureSight OLED dengan resolusi 2.8K.

Perubahan besar di Gen 4 ini adalah dukungan refresh rate 120Hz secara adaptif di kedua layarnya. Gerakan kursor, transisi jendela, hingga pengalaman scrolling artikel panjang terasa sangat mulus. Akurasi warnanya pun tidak main-main—100% DCI-P3 dengan sertifikasi Dolby Vision—menjadikan laptop ini surga bagi para desainer grafis dan video editor yang butuh ruang kerja luas saat di perjalanan.

Performa: Tenaga AI untuk Produktivitas Tanpa Batas

Dapur pacunya ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra (Gen 3) yang sudah mengintegrasikan NPU (Neural Processing Unit) super cepat. Di Tekno Cuan, kami mencoba menjalankan simulasi multitasking berat: membuka 40 tab Chrome di layar atas, sambil melakukan meeting Zoom dan mencatat menggunakan Stylus di layar bawah. Hasilnya? Tidak ada lag sama sekali.

Lenovo juga menyematkan RAM 32GB LPDDR5x sebagai standar di seri ini. Ini adalah keputusan cerdas karena menjalankan dua layar sekaligus dengan berbagai aplikasi AI di latar belakang membutuhkan memori yang besar.

User Experience: Menjawab Label "Gimmick"

Banyak yang bertanya: "Buat apa layar dua kalau repot bawa keyboard eksternal?"

Lenovo menjawabnya di Gen 4 dengan Magnetic Bluetooth Keyboard yang lebih tipis dan responsif. Namun, yang paling keren adalah software User Center 4.0. Sekarang, transisi antara mode laptop klasik (dengan keyboard virtual), mode waterfall (dua layar bertumpuk), hingga mode book (seperti buku terbuka) terasa sangat intuitif berkat bantuan AI yang mendeteksi posisi perangkat secara instan.

Bagi saya pribadi, mode waterfall adalah fitur paling "cuan". Saya bisa meletakkan timeline video di layar bawah dan preview video di layar atas. Ini memberikan ruang kerja setara monitor desktop 27 inci, tapi dalam paket yang bisa masuk ke dalam tas ransel.

Spesifikasi & Harga Lenovo Yoga Book 9i Gen 4

  • Prosesor Intel Core Ultra 7 / 9 (Gen 3 / 2026 Series)
  • RAM 32GB LPDDR5x 7467MHz
  • Penyimpanan 1TB / 2TB PCIe Gen 5 SSD
  • Layar Dual 13.3" 2.8K OLED, 120Hz, Touch, Stylus Support
  • Baterai 85Wh dengan Fast Charging 65W
  • Konektivitas Wi-Fi 7, 3x Thunderbolt 4 (USB-C)
  • Harga Estimasi Rp34.999.000 - Rp38.999.000

Ketahanan Baterai: Akhirnya Bisa Bernapas Lega

Masalah utama laptop dua layar biasanya adalah baterai yang cepat habis. Namun, berkat efisiensi dari chip Intel terbaru dan optimasi software dari Lenovo, Yoga Book 9i Gen 4 mampu bertahan hingga 10-11 jam untuk pemakaian produktivitas normal dengan kedua layar menyala. Jika hanya menggunakan satu layar (mode laptop standar), daya tahannya bisa menyentuh 15 jam. Ini adalah peningkatan drastis dibandingkan Gen 1 atau Gen 2.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  1. Multitasking Tiada Tanding: Ruang kerja yang luas di mana saja.
  2. Layar OLED Menakjubkan: Kontras sempurna dan warna akurat.
  3. Build Quality Premium: Terasa sangat kokoh dan mewah.
  4. Aksesori Lengkap: Sudah termasuk keyboard, stand folio, dan stylus dalam paket penjualan.

Kekurangan:

  1. Harga Tinggi: Investasi yang cukup besar untuk sebuah laptop.
  2. Setup Time: Perlu waktu beberapa detik ekstra untuk menyusun stand dan keyboard jika ingin mode maksimal.
  3. Tanpa Port USB-A: Kamu wajib membawa dongle atau menggunakan perangkat berbasis USB-C/Bluetooth.

Verdict Tekno Cuan: Layak Beli atau Tidak?

Jadi, apakah Lenovo Yoga Book 9i Gen 4 hanya sekadar gimmick? Jawabannya: Tidak lagi.

Di tahun 2026, perangkat ini telah berevolusi menjadi mesin produktivitas yang matang. Jika kamu adalah seorang stock trader, content creator, programmer, atau eksekutif yang sering bekerja berpindah-pindah tempat (digital nomad), laptop ini akan memberikan efisiensi kerja yang tidak bisa diberikan oleh laptop konvensional mana pun.

Memang harganya di angka 30 jutaan ke atas, namun jika produktivitasmu meningkat dua kali lipat berkat ruang layar yang luas, laptop ini adalah investasi yang sangat "cuan". Namun, jika kamu hanya menggunakan laptop untuk mengetik dokumen ringan atau sekadar nonton Netflix, seri Yoga Slim atau IdeaPad akan jauh lebih masuk akal secara finansial.

Rating Tekno Cuan: 9/10 – The Best Dual-Screen Laptop in 2026.

Gimana Sobat Tekno Cuan, tertarik buat ganti laptop lama kamu dengan monster dua layar ini? Atau menurut kamu laptop layar tunggal masih yang terbaik? Tulis pendapatmu di kolom komentar di bawah ya!

Jangan lupa share artikel ini ke temen kamu yang lagi cari laptop baru!
Baca Juga:
  • Memuat artikel...
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال